Putri Diana Hadir di Pernikahan Harry & Meghan

0
47
views
Ilustrasi lukisan dinding Putri Diana (pixabay)

Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle diyakini akan menghadirkan kembali Putri Diana atau yang biasa yang dikenal dengan panggilan Lady Diana.

Kecelakaan tragis yang menimpa Putri Diana pada tahun 1997 silam masih membekas di benak warga Inggris terutama keluarga kerajaan. 20 tahun berlalu ingatan dan kenangan akan sosok pribadi putrid yang paling dicintai di Kerajaan Inggris tersebut dihadirkan kembali dalam pernikahan Harry dan Meghan.

Kehadiran Putri Diana memang bukan dalam arti sebenarnya melainkan melaui simbol-simbol khusus yang bisa mengingatkan warga Inggris pada sosok yang terkenal memiliki kepedulian sosial tinggi tersebut.

Dua Berlian

Simbol pertama dihadirkan lewat dua berlian pada cincin pertunangan Harry dan Meghan. Dua berlian tersebut diketahui merupakan milik Putri Diana pemberian Pangeran Charles pada hari pernikahan mereka. “Saya ingin memastikan dia (Putri Diana) bersama-sama kami dalam perjalanan seru bersama ini,” kata Harry seperti dikutip dari BBC.

Cincin yang dirancang sendiri oleh pewaris keenam tahta Inggris tersebut  dibuat oleh produsen perhiasan kerajaan Cleave & Co.

Sementara batu yang ada di tengah adalah berlian dari Botswana, Afrika, tempat pasangan ini menghabiskan waktu bersama-sama tidak lama setelah bertemu pertama kali.

Mawar putih

Pernikahan Harry dan Meghan dipenuhi dengan mawar putih yang bertebaran di setiap sudut Kapel St George, Windsor, tempat kedua pasangan ini melangsungkan pernikahan.

Perancang karangan bunga untuk pernikahan ini, Philipa Craddock, menyatakan kegembiraannya karena dipilih terlibat untuk resepsi pernikahan Harry dan Meghan. Mawar Putih ia pilih karena itu merupakan bunga kesayangan Putri Diana.

Philippa akan menyandingkan mawar putih dengan peony, bunga favorit Meghan serta ranting beech, birch, dan hornbeam.

Meghan Markle disebut-sebut memiliki sejumlah kemiripan dengan Putri Diana. Aktris sejumlah film Holywood ini cukup aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Pada tahun 2015, ia sempat berpidato di hadapan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon. “Saya bukan perempuan yang (hanya santai) makan siang – saya selalu ingin menjadi perempuan pekerja.”

 

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY