Peluang Investasi dari Pinggiran Cirebon

1
203
views
dok. TripHappy

Pelindo II memperluas kapasitas dan fungsi pelayanan pelabuhan Cirebon. Geliat investasi di Kota Udang ini terus meningkat.

Hiruk pikuk para pekerja kasar di pelabuhan Cirebon terus berlangsung,. Selepas libur lebaran, aktivitas ini semakin ramai. Suara deru mesin, lalu lalang pekerja proyek berbaur dalam teriknya suhu di pinggiran kota udang tersebut.

Sejak Presiden Joko Widodo menghentikan proyek pelabuhan Cilamaya, Karawang, kesibukan tersebut bergeser ke Cirebon. “Kami akan meningkatkan kapasitas dan pelayanan di pelabuhan Cirebon ini,” ujar Prsetyadi, Direktur Operasional dan Sisinfo PT Pelindo II saat kunjungan ke Cirebon dalam rangkaian safari ramadhan lalu.

Proses perluasan akan dimulai dengan tahap pengerukan kolam dan akses pelabuhan yang akan segera berlangsung dan sedikitnya membutuhkan waktu 3 bulan. “Kami prediksikan di bulan Oktober atau November proses tersebut sudah selesai,” jelas Prasetyadi. Menurutnya, jika pengerukan sudah selesai maka kapal-kapal besar atau peti kemas berkapasitas 30 ribu DWT (deadweight ton/berbobot mati), bisa masuk dan bersandar.

Untuk menunjang aktivitas peti kemas, pihak pelabuhan juga akan menambah pralatan crane yang bisa mengangkut 10 hingga 20 peti kemas per jam. “Dalam jangka waktu operasional 20 jam maka bisa menyelesaikan 200 peti kemas dalam satu hari,” jelas Prasetyadi.

Perluasan kapasitas dan fungsi pelayanan di pelabuhan Cirebon merupakan upaya Pelindo II untuk mengurangi beban di pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini Tanjung Priuk menjadi penampung dan tempat bersandar kapal-kapal yang akan mengekspor barang ke luar negeri. “Cirebon akan menjadi feeder atau pengumpan kapal-kapal dan barang-barang yang akan diekspor tersebut,” jelasnya.

Cara ini, kata Prasetyadi, akan mengurangi intensitas penggunaan jalur darat yang selama ini menjadi pilihan perusahaan. “Para pengusaha dapat memanfaatkan Pelabuhan Cirebon, sehingga untuk mengeskpor barang tidak harus melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Jika pelabuhan ini sudah diperluas dan dijadikan pelabuhan ekspor, maka pendapatan PAD daerah akan meningkat,” ujarnya.

Prasetyadi menambahkan jika proyek pengembangan pelabuhan Cirebon akan berdampak sangat besar bagi pendapatan lokal Kota Udang tersebut. “Sebagai feeder, maka Cirebon bisa memeroleh devias tambahan dari aktivitas ekpor tersebut karena akan dicatat sebagai ekspor Cirebon,” jelasnya. “Apalagi saat ini pemerintah Cirebon sedang gencar melangsungkan pengembangan kawasan industri di wilayahnya.”

Print Friendly, PDF & Email