NASA : Gempa Lombok Ubah Peta Pulau

0
211
views
Longsor di Dusun Dompu Indah, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, 9 Agustus 2018 (dok. BNPB)

NASA merilis peta pergeseran tanah akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok pada 5 Agustus 2018 lalu.

Gempa Lombok yang menelan korban jiwa hingga 259 jiwa ternyata tak hanya memporak porandakan bangunan yang ada di atasnya, dari gambar-gambar satelit yang dihasilkan NASA terlihat adanya deformasi tanah  p[ulau tersebut.

Menurut citra satelit NASA, sebagian besar tanah terangkat hingga 25 cm dalam jangka waktu enam hari dihitung dari tanggal 30 Juli 2018 hingga 5 Agustus 2018. “Dari pola deformasi yang terlihat dalam peta, ilmuwan menemukan adanya patahan lempeng bumi akibat gempa yang bergeser hingga 25 cm di bagian barat laut Pulau Lombok,” demikian pernyataan NASA yang dirilis pada 8 Agustus 2018.

Akibat deformasi tersebut telah memperluas area offshore atau lepas pantai di kawasan Lombok Utara ke arah barat.

Peta deformasi Pulau Lombok pascagempa 7 SR (dok. NASA)

Para ilmuwan yang tergabung dalam Advanced Rapid Imaging and Analysis project (ARIA), sebuah proyek kolaborasi antara NASA’s Jet Propulsion Laboratory dan CalTech, keduanya yang berbasis di Pasadena, California, menggunakan data synthetic aperture radar (SAR) dari the European Union’s Copernicus Sentinel-1A and -1B satellites, satelit yang dioperasikan oleh European Space Agency.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebutkan pascagempa 6,4 SR yang terjadi pada 29 Juli 2018 dan gempa 7 SR pada 5 Agustus 2018, Pulau Lombok akan terus diguncang gempa-gempa susulan berkekuatanlebih  kecil.

Pada Kamis 9 Agustus 2018, gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Lombok. Episentrm gempa berada di 8.36 Lintang Selatan (LS) dan 116.22 Bujur Timur dengan kedalaman 12 kilometer di bawah permukaan laut.

Sampai dengan hari Jumat 10 Agustus 2018 pukul delapan pagi, BMKG mencatat sedikitnya telah terjadi 451 gempa susulan di Lombok pasca gempa 7 SR pada 5 Agustus 2018 lalu.

Dwikorita mengingatkan agar masyaraka di Lombok harus tetap waspada dengan  kejadian gempa lainnya mengingat posisi pulau berada berdekatan dengan sesar Flores yang membentang dari Pulau Bali hingga bagian utara Laut Flores.

“Gempa ini merupakan siklus 200 tahunan dari patahan Flores dan energy terkuat telah selesai,” pungkas Dwikorita.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY