Mengulik Sejarah Eropa melalui Keluarga Geert Mak

0
68
views
Repro

Eropa memang identik dengan kehidupan modern. Tak hanya dalam konteks teknologi, tapi juga sosial, ekonomi, dan sebagainya. Lihat saja betapa kemajuan itu begitu kuat mewarnai kehidupan masyarakatnya. Keseharian mereka nyaris tak pernah lepas dari peran-peran teknologi yang begitu canggih. Kemajuan serupa di sisi ekonomi di saat yang bersamaan pun begitu kental mengisi kehidupan mereka.

Tak ketinggalan pula sisi sosial serta politik yang sudah begitu berkembang turut menyemarakkan setiap celah kehidupan mereka. Singkatnya, Eropa benar-benar menjadi benua dengan gemerlap modernisasi yang nyaris sempurna. Dan, itu melanda hampir seluruh masyarakat di negara-negara di daratan Eropa, termasuk Belanda.

Lantas, bagaimana sejarah masyarakat Eropa mampu mencapai posisi itu? Sudah menjadi hukum alam bahwa setiap raihan yang dicapai saat ini jelas punya pertalian sejarah dengan peristiwa di masa lalu. Begitu pula potret kehidupan masyarakat di Eropa sekarang, tentu tak lepas dari rentetan perikehidupan di masa silamnya. Ada proses panjang yang harus dilewati. Dan, setiap proses itu boleh dibilang memuat hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari sisi sosial, ekonomi hingga politik. Sekaligus, tak jarang membawa perubahan baru yang pastinya mengarah kemajuan.

Lewat buku “Abad Bapak Saya”, Geert Mak, sang penulis mencoba mengungkap gambaran kehidupan di semua lini masyarakat Eropa, termasuk Belanda secara detail. Banyak peristiwa yang mencuat di tengah masyarakat di daratan benua itu yang tak luput dari pengamatannya. Sebuah gambaran riil kondisi masyarakat, utamanya pada abad ke-19 hingga memasuki abad ke-20. Dan uniknya, metoda Geert Mak dalam menelusuri serta menuangkan semua peristiwa dilakukan dengan cara yang sangat berbeda. Metoda penulisan yang boleh dibilang jarang “disentuh” oleh penulis lain pada umumnya.

Pertama, cara pemaparan peristiwa dibuat secara pararel antara kejadian-kejadian dalam keluarga penulis dengan kejadian di tengah masyarakat luas, baik dalam teritori Belanda maupun Eropa. Kedua, hampir semua kejadian ataupun perubahan dalam keluarga penulis boleh dibilang merupakan dampak langsung atau tidak dari banyak kejadian di keseluruhan Belanda maupun Eropa. Ketiga, dalam konteks ini penulis tak ubahnya bertindak sebagai pengamat. Materi tulisan diperoleh dari berbagai cara, antara lain, testimoni dari anggota keluarga, melalui wawancara, surat yang pernah ditulis oleh orang-orang tertentu, termasuk anggota keluarga sendiri, serta pemberitaan melalui surat kabar dan sebagainya.

Sebab itu, bukan hal aneh jika terjadi perubahan sikap, perilaku ataupun gaya hidup serta paham di tengah masyarakat Belanda maupun Eropa, maka akan dialami pula oleh sebagian Keluarga Geert Mak. Contohnya, bagaimana pemahaman agama keluarga itu menjadi terbelah akibat perubahan sikap masyarakat secara umum, tak hanya di Belanda  maupun Eropa. Sebagian ada yang menjadi pengikut Gereja Hervormd dan lainnya Gereja Gereformeeerd.

Secara global, Geert Mak juga menuturkan bagaimana timbulnya pengelompokkan Katolik, Protestan dan Golongan Merah, krisis dan antisemitsme, dunia lain dan “Hindia Kita”, Perang di Eropa dan Asia. Serta, mentalitas pembangunan kembali, impian tahun enam puluhan dan sifat penuh perhitungan sesudahnya. Dan, dalam lingkup Belanda, secara umum dia juga bercerita tentang orang biasa di negeri itu dengan sejarah, keterbatasan, keputusasaan dan iman mereka.

Membaca “Abad Bapak Saya” berarti bukan sekadar memotret kehidupan keluarga besar Mak semata, tetapi lebih luas dari itu. Ada sejarah Belanda juga Eropa, bahkan terselip pula kisah-kisah yang terjadi di dunia. Komposisi itu membuat buku setebal 752 halaman ini tampil begitu beda. Bagaimana tidak, buku ini sejatinya tentang riwayat keluarga, tapi dibumbui pula cerita-cerita yang sangat kental tentang sejarah Belanda, Eropa bahkan yang lebih luas lagi, dunia.

Jadi, membaca “Abad Bapak Saya” tak ubahnya mengulik sejarah Belanda dan Eropa, bukan sekadar mengenal sepak terjang anggota Keluarga Mak. Sebagai buku sejarah, lingkupnya tentu sangat lengkap. Sebab, diambil dari sumber-sumber yang cukup banyak dan variatif. Lalu, ditulis dengan gaya bertutur yang tidak saja komunikatif, enak dibaca tetapi juga mudah dicerna.

Tak berlebihan jika buku “Abad Bapak Saya” bisa disebut sebagai bacaan yang sarat akan keunggulan. Karenanya, sangat ideal dijadikan sebagai acuan tak hanya bagi keluarga, tapi juga para akademisi serta masyarakat umum. Yang pasti, “Abad Bapak Saya” akan memperluas wawasan baik dari sisi pengetahuan maupun dalam teknik penulisan.


Anda juga bisa berpartisipasi menuliskan resensi buku-buku favorit Anda.

Kirim naskah ke : redaksi@majalahsamudra.com atau samudrateam@yahoo.com dengan subject Resensi Buku.

Kami berhak mengedit naskah yang masuk.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY