Meneladani Kearifan Lokal Masyarakat Adat

0
84
views
Laut dan Masyarakat Adat

Modernisasi yang tak henti-hentinya melanda telah banyak mengubah gaya kehidupan. Hampir di semua sendi fenomena itu seakan memberi warna tersendiri. Lihat saja wajah dunia industri negeri ini. modernisasi tak hanya meruyak ke sisi industri hulu, industri hilirnya pun nampak begitu kuat dipengaruhinya.

Hal serupa juga mewarnai sektor infrastruktur. Terlihat jelas sentuhan-sentuhan modernisasi begitu nyata menjadi bagian yang sulit terpisahkan. Bukan saja dari sisi penggarapan, tetapi juga pada gaya arsitektur, serta pengaplikasian instrumen-instrumen pendukungnya. Bisa dibilang, tak ada celah atau ruang sekecil apapun yang tak tersentuh modernisasi. Tak terkecuali kehidupan di kawasan pesisir.

Modernisasi memang tanpa kecuali menggerus seluruh tatanan yang ada di tengah masyarakat pesisir. Karenanya, secara umum tren tersebut sedikit banyak telah mengubah wajah kehidupan masyarakat di sana. Pola hidup mereka dalam banyak hal tak berbeda jauh dari masyarakat modern di perkotaan. Pasalnya, hampir semua produk modernisasi yang dinikmati masyarakat di kota, juga bisa dirasakan masyarakat pesisir.

Lantas, apakah fenomena modernisasi selalu berdampak positif? Semua sangat bergantung pada sikap serta kesiapan masyarakat yang menjadi target modernisasi. Pastinya, modernisasi akan berpengaruh positif apabila masyarakatnya mampu mengimplementasinya secara bertanggung jawab. Berkat itu, selain akan mengangkat kualitas hidup secara sosial, masyarakat pun bisa dipastikan makin sejahtera.

Bersamaan dengan itu, tentu banyak contoh kasus negatif yang mengiringinya. Kasus yang terjadi lebih disebabkan karena sikap apriori terhadap efek dari sebuah modernisasi. Seperti, limbah pabrik yang sangat destruktif terhadap lingkungan sekitar. Atau, kasus pemanfaan zat freon yang berlebihan sehingga banyak menimbulkan hancurnya lapisan ozon. Serta, banyak lagi kasus negatif yang bermunculan sebagai akibat kemajuan zaman.

Dari sekian banyak kelompok masyarakat di Tanah Air, bisa jadi hanya masyarakat hukum adat saja yang nyaris tak tergoyahkan oleh gerusan modernisasi. Buktinya? Kelompok masyarakat ini hingga kini tetap eksis, meskipun gerusan zaman tak henti menerjang. mereka tetap menjalankan pola hidup apa adanya, sesuai tradisi yang diwarisi oleh leluhur mereka. begitu kuatnya mereka menjaga warisan tersebut tak ayal tradisi yang dari generasi ke generasi dijalankan nyaris tak mengalami pergeseran sedikit pun. tetap unjuk gigi di tengah arus modernisasi yang makin kencang.

Alhasil, tak ada sumber daya laut di kawasan tempat mereka tinggal secara turun-temurun yang kemudian terkoyak. Sumber daya laut tetap utuh dan lestari. Kondisi itu tentunya terkait erat dengan pola hidup masyarakat hukum adat. Pola hidup yang begitu bersahaja, namun di balik itu selalu mengedepankan keberlanjutan sumber daya laut. Praktiknya, mereka tak pernah bergeming dari kebiasaan menggunakan peralatan tangkap ikan yang ramah lingkungan misalnya ketika harus memenuhi hajat hidup mereka. ataupun, praktik-prakatik dalam rangka mengeksplorasi sumber daya laut lainnya, baik secara individu maupun massal.

Tetap jauh dari iming-iming modernisasi yang sebenarnya sangat merusak. Mereka tetap bersikukuh pada cara-cara lama, meski terkesan kuno, namun berpotensi menghasilkan sumber daya laut berkelanjutan.

Pola ini tentunya sangat relevan dengan kebiasaan masyarakat adat yang identik dengan ketergantungan yang tinggi terhadap sumber daya alam di wilayahnya. Demi mendapatkan sumber daya berkelanjutan, mereka secara serius senantiasa menjaganya agar tetap lestari. Dan, ini sudah menjadi falsafah hidup mereka yang senantiasa menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam.

Bisa dibayangkan, jika seluruh komunitas masyarakat di negeri ini mempunya falsafah seperti itu. Bukan tak mungkin, sumber daya alam yang lestari dan berkelanjutan akan menjadi sebuah keniscayaan. Tak berlebihan rasanya untuk mencapai harapan itu, semua perlu belajar tentang kearifan dari masyarakat hukum adat dalam mengelola sumber daya alam. Tak perlu jauh-jauh menyambangi mereka yang notabene banyak menghuni pulau-pulau kecil terluar di Tanah Air. Baca saja buku “Laut dan Masyarakat Adat” (Kajian Praktik Pengelolaan Sumber Daya Laut Berbasis Kearifan Lokal oleh Masyarakat Adat Pulau-Pulau Kecil Terluar).

Buku yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan mengupas secara detail hal-hal mendasar terkait masyarakat adat. Antara lain: pendefinisian masyarakat Adat, profil ekonomi dan kelembagaan, masalah dan tantangan yang dihadapi oleh mereka, dan sebagainya. Singkatnya, semua aspek penting terkait kehidupan masyarakat adat diulas secara lengkap dan mendalam. Apalagi para penulis yang terlibat di dalamnya adalah mereka yang sangat kompeten di bidangnya. Sehingga tingkat keakurasiannya pun tak perlu diragukan lagi.

Ada beberapa contoh masyarakat hukum adat yang diangkat dalam buku ini sebagai bahan kajia. mereka adalah masyarakat hukum adat yang mendiami Pulau Selaru, Pulau Liki, Pulau Kawio, Pulau Kawaluso dan Pulau Kakarotan. Karenanya diharapkan paparan ilmiah dalam buku ini tidak sekadar isapan jempol belaka, tapi benar adanya. Artinya, untuk pembuktian dari kajian tersebut, siapapun bisa melihat langsung faktanya di pulau-pulau terkait.

“Buku dengan telaah Laut dan Masyarakat Adat ini sungguh sangat menarik dan penting karena secara langsung ikut ambil bagian mengatasi kelangkaan ujukan ilmiah perihal ini. apalagi hasil riset lapangan ini ditulis oleh peneliti bangsa (Indonesia) sendiri sehingga punya kedalaman tersendiri,” ujar Prof. Dr. Endriatmo Soetarto, MA., guru besar Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB. Sebab itu, untuk mendapatkan referensi yang lebih dalam dan ilmiah tentang masyarakat adat, jangan lupa buku “Laut dan Masyarakat Adat”.


Anda juga bisa berpartisipasi menuliskan resensi buku-buku favorit Anda.

Kirim naskah ke : redaksi@majalahsamudra.com atau samudrateam@yahoo.com dengan subject Resensi Buku.

Kami berhak mengedit naskah yang masuk.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY