Ketika Turis Asing Terjebak Kepanikan Gempa Lombok

0
30
views
Proses evakuasi korban gempa dari reruntuhan masjid di Desa Lading-lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara (dok. BNPB)

Seorang pria berkewarganegaraan Australia harus berjuang mendaki bukit sejauh 3 kilometer menyelamatkan istri dan anaknya yang berusia 2 tahun untuk menyelamatkan diri dari ancaman tsunami saat gempa Lombok terjadi, Minggu 5 Agustus 2018.

Saat gempa dahsyat  berkekuatan 7 skala richter menggetarkan Pulau Lombok pada pukul 18.46 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), Evan Burns, manager sebuah resor di Lombok sedang bersantai bersama keluarganya di resor.

“Goncangannya sangat parah dan hampir-hampir melemparkan kami dari tempat tidur, tembok-tembok mulai retak,” jelas Burns, seperti dikutip dari Washington Post. Ia, bersama istri dan anaknya yang baru berusia dua tahun lalu berjalan beriringan dengan warga untuk mendaki sebuah bukit yang tak jauh dari lokasi.

Baca Juga : Mitos Keliru tentang Tsunami

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),   pusat gempa Lombok terjadi di garis lintang 8,37 LS dan 116,48 BT. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat menyiarkan peringatan dini potensi terjadinya tsunami namun pada pukul 20.25 WIB, peringatan tersebut dicabut.

Burns dan keluarganya sudah berada di atas bukit bersama sekitar 200 warga kampung. Mereka berdiam diri di atas bukit dalam suasana gelap. Setelah yakin tsunami tak terjadi mereka pun kembali ke rumah masing-masing yang sebagian besar sudah roboh.

Saffron Amis, wisatawan asing asal Brighton, Inggris sedang berlibur di Gili Trawangan saat gempa Lombok terjadi. Kepada Associated Press dia menggambarkan suasana mencekam yang ia rasakan di salah satu pulau favorit turis asing tersebut.

“Banyak yang berteriak dan menangis karena panik,” ceritanya. “Warga local yang saya ajak bicara mengaku mengkhawatirkan kondisi keluarganya di Lombok.”

 Turis dan warga lokal kemudian berupaya untuk keluar dari pulau dengan menumpang perahu-perahu di tepi pantai. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan  Humas BNPB,  Sutopo Purwo Nugroho,  melalui akun twitter-nya, Senin 6 Agustus 2018, 1000 turis asing dan lokal dievakuasi bertahap dari obyek wisata Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

Evakuasi terpaksa dilakukan secara bertahap, kata Sutopo, karena keterbatasan jumlah kapal untuk mengangkut turis-turis tersebut.

Sampai dengan senin siang (6/8) BNPB mencatat 91 orang meninggal dunia dan 209 korban luka-luka karena gempa Lombok.  Kawasan Lombok Utara disebut yang banyak mengalami korban jiwa dan kerusakan parah.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY